Dilema Penerbitan Buku

Memasuki awal tahun 2008, penerbitan buku di Indonesia mengalami guncangan laksana gempa bumi yang datang di malam yang kelam dan sepi.

Para penerbit buku teks atau buku pelajaran dikagetkan dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008, tentang Buku. Dalam peraturan tersebut, ditetapkan bahwa penerbit tidak boleh langsung menjual bukunya ke sekolah. Selain itu juga Pemerintah akan membeli hak cipta dari penulis yang sudah dinyatakan lulus seleksi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan dapat digandakan oleh siapa saja.

Selain masalah di atas, bagi para penerbit juga dikagetkan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak yang berdampak pada semua industri, termasuk industri kertas.

Problem lain dan sangat berpengaruh bagi industri perbukuan adalah :

1. Daya beli masyarakat yang lemah

2. Minat baca yang rendah

3. Belum dijadikannya buku sebagai kebutuhan pokok

4. Terbatasnya gerai dan toko buku

5. Regulasi yang selalu berubah.

(Sumber : Cermin Balai Pustaka, Edisi V juli 2008)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: